Status Anak Yang Lahir Setelah Enam Bulan Pernikahan

Pertanyaan: Apakah hukumnya di dalam Islam, apabila seseorang menikah dan hanya berlalu enam bulan, kemudian sang istri melahirkan seorang anak. Apakah anak tersebut benar-benar anak bapaknya atau tidak?

 Jawaban: Apabila wanita melahirkan setelah enam bulan atau lebih, setelah suaminya mempergaulinya maka anak tersebut adalah anak dari suaminya, karena sekurang-kurang masa kandungan adalah enam bulan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى:﴿ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ ﴾  (الأحقاف: 15)

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, …”. (QS. Al-Ahqaaf:15).

Disertai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى:﴿ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ ﴾  (لقمان: 14)

” Dan menyapihnya dalam dua tahun… (QS. Luqman:14).

Apabila menyapih setelah dua tahun, yaitu dua puluh empat bulan, tidak tersisa bagi kandungan kecuali enam bulan.

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Iklan
By mufidmodo Posted in fatwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s